Setelah Rezim Bashar al-Assad Runtuh di Suriah, Kisah Pria Yordania yang Hilang Selama 38 Tahun
Seorang pria Yordania, Bashir al-Batayneh, dengan penuh harap menantikan kembalinya putranya, Osama, yang telah hilang di Suriah selama 38 tahun setelah ia meminta izin untuk pergi ke sana pada 1986.
Harapan dan Kepahitan Penemuan
-
Pergi dan Tidak Pernah Kembali: Pada 1986, Osama meninggalkan Yordania untuk liburan musim panas sebelum tahun terakhir sekolah menengah. Namun, ia tidak pernah kembali.
-
Penemuan Melalui Video: Lebih dari tiga dekade kemudian, melalui klip video seorang pria yang meninggalkan penjara dekat Damaskus dan menyebutkan Irbid, kota al-Batayneh, keluarganya akhirnya mendapat kabar.
Kehilangan Identitas
-
Kehilangan Ingatan: Osama ditemukan, namun dalam keadaan kehilangan ingatan dan penampilan yang memprihatinkan. Uji DNA kemudian mengungkapkan sesuatu yang mengejutkan.
-
Ketidakpastian: Meski berita kedatangan Osama di Yordania diumumkan, tes DNA menunjukkan tidak ada hubungan genetik dengan keluarga al-Batayneh. Hal ini memunculkan kebingungan seputar identitasnya.
Kisah Yang Saling Bertentangan
- Klaim Keluarga Lain: Klaim dari keluarga Saadeh dari Suriah menyarankan bahwa pria tersebut mungkin adalah anggota keluarga mereka yang diculik dari Beirut pada 1986.
Berbagai Harapan dan Rencana
-
Percobaan konfirmasi melalui DNA: Keluarga dari berbagai tempat, termasuk keluarga Saadeh dan Bashtawi, berencana melakukan tes DNA untuk mengonfirmasi identitas pria tersebut.
-
Pencarian Kebenaran: Meskipun tes DNA awal mengecewakan, keluarga tetap berusaha mencari kebenaran dan meneruskan upaya untuk mengungkap identitas sebenarnya.
Meskipun terjadi ketidakpastian seputar identitasnya, kisah ini mencerminkan harapan, kepahitan, dan keteguhan keluarga yang terus mencari kebenaran setelah puluhan tahun kehilangan.